Breaking News

Selasa, 10 Juli 2018

Bingung mikir sekolah anak? Pingin berkualitas bagus dunia akherat?

Serba-Serbi Liburan panjang telah usai, tahun ajaran baru sebentar lagi sudah dimulai. Bersamaan dengan kembalinya anak-anak ke sekolah, banyak para orang tua disibukkan mencari sekolah buat anak-anaknya. Tentu yang dicari adalah yang terbaik, mengingat pendidikan adalah 'investasi jangka panjang' untuk kesuksesan anak di masa datang. Sebagai orangtua, sudah pasti pendidikan terbaik jadi prioritas utama untuk anak. Salah satunya termasuk memilih sekolah yang baik untuk anak. Tapi sekarang ini ada kecenderungan, orang tua mencari sekolah yang menyediakan segalanya. Dalam arti, selain kegiatan ekstra kurikulernya banyak, fasilitasnya komplit, bisa membentuk karakter, pendidikan agamanya kuat, dan segala yang didambakan semua orang tua sudah ada di satu sekolah itu. Dengan demikian, orang tua tinggal tahu beres. 

Tapi tahukah anda, banyak pakar pendidikan mengatakan, sekolah terbaik itu bukan berarti sekolah termahal melainkan sekolah yang nyaman dan tepat bagi anak-anak. Tapi bagaimana cara mencarinya mengingat sekolah zaman sekarang tidak sesederhana dulu. Polemik pun terjadi, beberapa pemikiran dan pertanyaan orangtua ketika akan memilih sekolah adalah negeri (milik pemerintah) atau swasta? 

Kadang hal-hal tersebut membuat orangtua perlu berpikir keras ketika akan memilih sekolah yang tepat bagi anak. Ada beberapa kriteria yang menjadi acuan orangtua dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak.

  • Lihat visi misi sekolah tersebut. Visi misi sekolah akan menentukan kurikulum yang digunakan. Sesuaikah visi misi sekolah tersebut dengan pandangan pendidikan di keluarga dan harapan orangtua.


  • Perhatikan baik-baik  mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, di jelaskan dengan sabar. Atau malah sebaliknya. Pemikiran sederhana, jika ke kita saja tidak ramah apa lagi nanti ke anak-anak kita? Jika gurunya tidak ramah pada kita, bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita di sekolah. Mohon diingat bahwa guru adalah ujung tombak yang menentukan anak akan belajar dan bermain dengan menyenangkan atau tidak. Lalu, jika mereka masih bingung menjelaskan soal sekolahnya, itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkoordinasi dengan baik. Tentu hal ini akan berdampak pada saat belajar-mengajar berlangsung.


  • Perhatikan kondisi sekolah dan lingkungan di sekitarnya, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah. Cukup baguskah untuk mendukung proses belajar-mengajar yang menyenangkan bagi anak? Caranya mudah, pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya, apa bila toiletnya kotor, jorok dan bau, jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan dan kesehatan anak kita. Karena toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.


Selain mempertimbangkan kreteria di atas, orangtua juga perlu memperkenalkan anak dengan pendidikan agama Islam. Belajar dalam Islam bertujuan agar kita dapat ilmu untuk hidup di dunia dan memperoleh bekal untuk di akhirat. Hal-hal penting tentang ilmu yang harus kita pelajari nantinya akan berpengaruh dan InsyaAllah dapat menjadi pegangan kita selama hidup di dunia.

Kurikulum madrasah tsanawiyah sama dengan kurikulum sekolah menengah pertama, hanya saja pada MTs terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Islam. Selain mengajarkan mata pelajaran sebagaimana sekolah dasar, juga ditambah dengan pelajaran-pelajaran seperti bahasa Indonesia, ipa, dan matematika. Seorang anak bisa sekolah di manapun, sementara peran keluarga selalu diperlukan untuk membentuk karakter anak. Tapi memang dengan bersekolah di sekolah yang menanamkan pendidikan karakter akan mempermudah dalam membentuk karakter anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Edited By Heppy..