Breaking News

Kamis, 15 Maret 2018

Alergi Dan Faktor Penyebabnya Pada Orang Dewasa



Serba-Serbi - Prevalensi alergi di seluruh dunia termasuk di Indonesia terus meningkat, hal tersebut menyebabkan hal ini menjadi salah satu kondisi kesehatan yang harus diperhatikan, tidak hanya oleh pemerintah namun oleh masyarakatnya sendiri. Karena itulah sangat penting untuk mengetahui sebenarnya seperti apakah kondisi tersebut, penyebabnya, patofisiologinya, tanda serta gejala yang timbul dan juga jenis-jenisnya. Dengan begitu anda dapat mengidentifikasi secara mandiri apakah anda mengalami kondisi tersebut apa tidak, jika anda merasa anda mengalaminya maka anda bisa dengan segera berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut dan untuk meyakinkan apakah benar anda mengalami kondisi tersebut atau tidak. Setidaknya anda bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan agar tidak bertambah parah.


Menurut WHO (World Health Organization), angka kejadian di seluruh dunia meningkat drastis dalam beberapa tahun belakangan ini. Diperkirakan sekitar 50 juta manusia mengalami asma akibat hal tersebut. Selain itu lebih dari 180 ribu orang meninggal setiap tahun akibat asma. Tahun 1999 diketahui bahwa penderita alergi yang ada di Eropa meningkat, dan dalam 20 tahun terakhir meningkat dengan cepat. Sedangkan menurut WAO (World Allergy Organization), tahun 2011 diketahui bahwa prevalensi kondisi kesehatan ini terus naik 30 hingga 40% dari seluruh masyarakat yang ada di dunia. Para peneliti meyakini bahwa kasus ini akan terus naik dan hingga mencapai 30% setiap tahunnya. Hal tersebut menyebabkan kondisi ini sebagai suatu permasalahan yang harus segera di atasi secepat mungkin agar tidak menimbulkan korban jiwa lebih banyak lagi.  Adanya permasalahan kesehatan seperti ini diharapkan agar masyarakat lebih meperhatikan diri sendiri dan juga keluarga terdekat terkait kesehatan, terutama penderita alergi. Diharapkan juga agar penderita dengan kondisi tersebut dapat mengkontrol kekambuhan dengan cara menghindari pencetusnya atau alergen.

Alergi sendiri merupakan suatu reaksi akibat tubuh yang terlalu sensitif atau terlalu peka terhadap suatu obyek tertentu. Kondisi ini terjadi ketika tubuh, terutama sistem daya tahan tubuh bereaksi berlebihan terhadap paparan obyek tertentu. Mengapa disebut berlebihan? Karena pada umumnya alergen tersebut tidak berbahaya bagi tubuh dan merupakan obyek-obyek umum yang tidak menimbulkan reaksi berlebihan ketika terpapar. Namun tubuh para penderita kondisi tersebut akan mengenali obyek asing tersebut sebagai suatu zat berbahaya yang dapat mengancam tubuh. Misalnya saja seperti serbuk sari bunga, jamur, makanan seperti susu, kacang, kerang, udang dan lain sebagainya.

Salah satu faktor yang paling sering menjadi penyebab timbulnya kondisi tersebut adalah dari faktor genetik. Apabila anda orang tua yang salah satunya menderita alergi, maka anda memiliki potensi memiliki kondisi yang sama sekitar 15 hingga 30% bila dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua dengan kondisi kesehatan seperti itu. Sedangkan jika kedua orang tua anda memiliki riwayat kondisi tersebut, maka anda memiliki potensi 50 hingga 75% untuk memiliki kondisi yang sama. Tidak menutup kemungkinan apabila anda tidak memiliki orang tua yang memiliki kondisi tersebut namun anda bisa mengalami hal tersebut. Hal itu karena ada faktor penyebab lain yang dapat memunculkan kondisi seperti itu, yaitu faktor makanan dan juga faktor lingkungan. Misalnya saja seperti susu, udang, telur, ikan, obat-obatan, debu, spora jamur, polusi seperti asap kendaraan bermotor dan asap rokok, serbuk sari bunga, perubahan cuaca/ musim, hewan peliharaan seperti kucing, anjing dan juga serangga.

Gejala alergi setiap orang berbeda-beda tergantung dari alergen, tingkat keparahan dan juga lokasi terpaparnya alergen tersebut, apakah terhirup, termakan atau kontak dengan kulit. Apabila termakan biasanya dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan atau bibir, ketika terhirup dapat menimbulkan sesak napas, bersin dan ketika kontak dengan kulit dapat menimbulkan kemerahan di kulit dan juga gatal-gatal. Apabila karakteristik dan reaksi tersebut tetap konstan, maka kemungkinan besar hal tersebut merupakan reaksi berlebihan dari sistem daya tahan tubuh terhadap zat asing yang masuk atau kontak dengan tubuh. Karena itulah sangat penting untuk melakukan tes untuk mengetahui jenis alergi yang anda derita.                

Ada beberapa jenis kondisi tersebut yang biasanya terjadi pada orang dewasa.
1.       Alergi rhinitis
Ini adalah hal yang paling umum terjadi dan merupakan gejala yang muncul di hidung pada musim-musim tertentu seperti musim semi ketika bunga-bunga pada bermekaran. Gejala yang muncul seperti hidung berair, bersin, mata berair.
2.       Asma
Asma terjadi akibat adanya peradangan dan juga spasm di saluran udara khususnya paru-paru. Gejala-gejala yang biasa terjadi adalah batuk, sesak napas, dada terasa sakit dan mengi.
3.       Eksim
Eksim disebut juga sebagai atopik dermatitis, suatu kondisi yang menyebabkan ruam. Kondisi ini biasanya dihubungkan dengan alergi rhinitis dan juga asma. Gejala yang timbul berupa gatal, kemerahan dan ruam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Edited By Heppy..