Breaking News

Minggu, 22 Oktober 2017

BAYI SUSAH BAB ? NORMAL ATAU TIDAK ?

Serba serbi - Selama masa pertumbuhan, suatu keadaan yang normal jika bayi mengalami susah makan atau justru makan tiada henti. Meski demikian, pastikan sistem pencernaan bayi tidak terganggu. Kondisi bayi susah BAB adalah salah satu yang patut diwaspadai. Banyak orangtua yang mengeluhkan si kecil mengalami susah makan atau bahkan justru makan tidak henti. Hal tersebut dapat menyebabkan, sistem pencernaan bayi menjadi terganggu dan salah satu hal yang patut diwaspadai adalah sulit BAB.

Masalah BAB pada bayi tak boleh dianggap remeh, sebab bisa berdampak buruk pada tumbuh kembangnya. Karena itu, setiap orangtua perlu mengenali tanda bayi mengalami susah BAB dan cara mengatasinya. Jika bayi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu, serta bentuknya lebih keras dibanding biasanya dan bayi juga terlihat kesakitan saat buang air besar, maka bisa dipastikan si kecil mengalami konstipasi. Pada bayi usia 0-5 bulan dan masih mengonsumsi ASI, buang air besar seminggu sekali dianggap masih normal.

Selain itu, bayi juga akan lebih rewel dan menangis sembari mengangkat kakinya saat sulit buang air besar. Namun, jika kondisinya sudah parah, bisa jadi terdapat bercak darah pada popok bayi yang diakibatkan oleh robeknya dinding rektum bayi, karena feses yang keras. Namun, tak perlu khawatir. Anda bisa melakukan beberapa cara berikut untuk mengatasi masalah buang air besar pada bayi.

1.Memijat Perut
Pijatlah bagian bawah pusar bayi Anda, yaitu sekitar tiga jari dari pusar , dengan lembut. Pastikan buah hati Anda rileks dan tidak kesakitan saat melakukannya.

2.Membuat anak aktif
Agar feses terdorong oleh usus, ajak  anak-anak untuk bergerak lebih aktif. Jika bayi sudah bisa merangkak, maka membuatnya merangkak lebih sering bisa dilakukan dalam rangka mendorong feses agar lebih mudah keluar. Jika masih belum bisa, menggerakkan kaki bayi selayaknya mengayuh sepeda bisa membantu.

3.Mandi air hangat
Memandikan bayi dengan menggunakan air hangat dipercaya dapat membantu si kecil lebih rileks dan membuat saluran pencernaan lebih mudah untuk mengeluarkan kotoran.

4.Mengganti susu formula
Jika si kecil mengalami susah buang air besar sejak mengonsumsi susu formula, maka gantilah dengan merek yang berbeda. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan susu formula yang sesuai dengan kebutuhan bayi Anda.

5.Cukupi kebutuhan air
Pastikan kebutuhan air si kecil tercukupi, untuk membuat proses pencernaan berjalan dengan lancar. Anda dapat memberikan sebotol air untuk membantu kinerja sistem pencernaannya.

6.Mengombinasikan makanan
Saat bayi sudah waktunya mendapat makanan padat, usahakan jangan langsung memberikan makanan yang “berat”, seperti nasi. Pilih makanan yang kaya dengan serat dan berikan porsi yang tidak langsung banyak. Untuk hasil optimal, pijat dahulu perut bayi Anda sebelum diberikan makanan.

Jika semua cara di atas belum bisa mengatasi konstipasi pada bayi, sebaiknya kunjungi dokter anak. Hal ini wajib dilakukan, terutama jika bayi menjadi susah makan, berat badan menyusut, dan terdapat darah dalam feses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Edited By Heppy..