Breaking News

Minggu, 08 Oktober 2017

5 Potensi Usaha Kecil yang Lancar saat Anda Tinggal di Sepanjang Jalan Braga

Serba serbi - Jalan Braga merupakan jalan sepanjang 1 kilometer saja. Tetapi seringkali yang jual rumah Bandung pada kawasan Braga sangat laris. Kenapa? Sebab, kawasan ini adalah pusat wisata dan juga pusat bisnis di Bandung. Sebagaimana pusat wisata di daerah lain, hanya ada beberapa usaha saja yang cocok. Seperti usaha kecil berikut.

1. Souvenir
Setiap wisatawan pasti ingin membeli oleh-oleh sebelum pulang. Berhubung Anda tinggal di kawasan Braga, kenapa hanya diam saja melihat peluang itu? Produk souvenir yang bisa Anda buat sebaiknya berbeda dari lainnya. Namun, yang sukses umumnya yang mencitrakan daerah setempat.

Misalnya, kawasan Jalan Braga didominasi oleh bangunan bergaya Eropa. Maka Anda bisa membuat souvenir, seperti peta kecil, misalnya. Tetapi bergambar khusus daerah Braga. Atau dengan membuat perhiasan dari bahan-bahan yang ada terus lukis pemandangan sepanjang Jalan Braga. Pasti menarik.

Salah satu souvenir paling laku di sana itu kisaran pada mainan anak-anak. Sebagaimana anak-anak, mereka tidak perlu pikir panjang saat tertarik dengan sesuatu. Sementara orangtuanya tidak ingin anaknya merengek dan menangis di muka umum. Hasilnya sudah bisa ditebak, kan?

2. Usaha Membuka Lahan Parkir
Sangat jarang orang pergi ke tempat wisata dengan jalan kaki. Mereka yang jalan kaki paling-paling tinggal di dekat lokasi. Umumnya, kalau tidak bawa motor, pasti mobil. Bila lahan di depan rumah Anda termasuk luas, kenapa tidak dipakai untuk lahan parkir saja?

Lahan yang biasanya hanya nganggur bisa menjadi aset pasif yang menguntungkan. Katakanlah untuk mobil, pasang tarif 5 ribu atau 6 ribu. Itu sudah sangat murah. Pasti para wisatawan tidak keberatan. Sementara untuk motor, pasang tarif lebih murah. Soalnya tidak banyak makan ruang.

Daripada diparkir sembarangan, kan? Sebagai pemilik lahan parkir, berikan pula perlindungan untuk kendaraan yang ada. Jadi, misalkan ada yang coba mencuri atau mengempeskan ban mobil, tegur. Kendaraan yang berada di wilayah parkir sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda.

3. Usaha Toilet Umum
Usaha ini terbilang sangat kecil modalnya. Anda tinggal bangun 1-4 toilet. Kemudian minta seseorang menunggu di depannya. Setiap hari pasti di antara wisatawan yang datang ada yang kebelet. Manfaatkan kesempatan itu. Usaha ini bisa dibilang tidak ada matinya, asalkan tempat wisata masih ramai.

Tarif untuk sekali masuk toilet dipasang murah saja. Kalau ketinggian nanti para pengunjung jadi kapok. Soalnya mereka akan berpikir, “Niatnya mau buang kotoran kok malah disuruh bayar mahal.” Nah. Tarifnya paling mahal itu 2 ribu saja. Jangan sampai 5 ribu.

Hitung saja kalau sehari sudah ada 50 orang yang terjaring oleh toilet Anda. Maka, dalam sehari Anda sudah mendapat omset 100 ribu. Itu kalau lagi sepi. Biasanya tempat wisata di sepanjang Jalan Brag itu ramai sekali. Bisa-bisa penghasilan 100 ribu itu masih merupakan omset minimal.

Dalam sebulan saja penghasilan usaha Anda sudah bisa menyaingi karyawan tetap di pabrik. Sementara biaya perawatan toilet sangat minim. Paling-paling hanya soal menjaga kebersihan, memoles ruangan, atau mendesain tempat jaga agar kelihatan menarik. Yang jelek saja sering dikunjungi, apalagi yang bagus?

4. Pemandu Wisata
Mungkin pekerjaan ini tidak menarik perhatian wisatawan domestik. Namun di Jalan Braga berbeda dari tempat lainnya di Bandung. Sepanjang jalan itu akan banyak ditemui wisatawan asing. Umumnya dari Eropa. Terkhusus yang datang dari Belanda. Jadi usaha ini bisa dibilang masih sangat potensial.

Keuntungan besar kalau banyak yang jual rumah Bandung dengan harga murah. Tidak perlu banyak waktu untuk berpikir lagi. Segera beli saja. Soalnya banyak usaha dengan modal kecil yang bisa Anda jalankan di sana. Seperti usaha pemandu wisata ini, misalnya.

Skill yang perlu Anda kuasai hanyalah seputar Bahasa Inggris. Meski Anda bukan lulusan universitas, dengan bahasa Inggris yang pas-pasan sudah bisa melakoni bisnis ini. Lebih mudah lagi ketika Anda punya rekan dan website untuk keperluan promosi jasa.

5. Buka Warung Makanan Khas Bandung
Setelah lelah seharian, pasti para wisatawan akan mendatangi warung makan. Poin plus kalau warung Anda hanya menjual makanan khas kota Bandung saja. Sebab, bagi wisatawan luar daerah, minat mereka terhadap kuliner khas masih sangat besar. Apalagi yang dari luar negeri. Bisa menggebu-gebu mereka.

Beberapa makanan khas yang perlu Anda adaptasikan di warung makan, seperti gepuk, surabi, peuyeum, mie kocok, atau nasi tutug oncom. Lebih bagus lagi kalau semua makanan khas Bandung ada di warung makan Anda. Dalam hal ini, Anda wajib memiliki karyawan yang menguasai kuliner khas Bandung.

Kelima usaha di atas bisa dilakukan dari rumah Anda sendiri, kecuali yang toilet, ya. Soalnya orang yang lagi kebelet, pasti memilih toilet yang paling dekat dengan tempat wisata. Sepanjang Jalan Braga bukanlah kota yang gelap gulita lagi. Bahkan kini sudah menjadi pusatnya orang jual rumah Bandung karena kawasannya sangat strategis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Edited By Heppy..